Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Mengenai Saya

Foto saya
Hmm, orangnya sudah pasti menyenangkan
TheHack3r.com
RSS

Kata Kerja dan Bentuk-bentuk Kalimat

Kata kerja adalah kata yang menunjukkan atas terjadinya suatu pekerjaan, baik pada masa lalu, sekarang (kebiasaan) maupun masa yang akan datang. Dengan kata lain, kata kerja selalu berhubungan dengan bentuk-bentuk waktu.
Sebelum mengetahui bentuk waktu di dalam kalimat, terlebih dahulu kita ketahui bahwa di dalam bahasa Inggris, kata kerja dari segi bentuknya terbagi menjadi dua, yaitu kata kerja beraturan (regular verb) dengan menambahkan ed pada bentuk II dan ke III. Dan kata kerja tidak beraturan (irregular verb) yang harus dihafalkan karena tidak menambahkan ed pada bentuk ke II dan III. Contoh :
K.K. Beraturan (regular verb)
K.K.Tidak Beraturan (irregular verb)
I
II
III
I
II
III
Ask
Open
Close
Asked
Opened
Closed
Asked
Opened
Closed
Take
Eat
Go
Took
Ate
Went
Taken
Eaten
Gone
  1. 1. Bentuk-bentuk Kalimat (tenses)

Bentuk-bentuk kalimat yang utama dan sering digunakan dalam dialog sehari-hari dan inti dari penggunaan jenis-jenis kata kerja yang harus dikuasai dengan baik yaitu, Simple Present Tense, Simple past tense, Simple future tense, Perfect tense dan Continous tense.
  1. a. Simple present tense
Kalimat ini digunakan untuk menunjukkan atas suatu pekerjaan yang biasa dilakukan secara teratur dan biasanya diungkapkan dengan kata-kata keterangan waktu sebagai berikut :
Always                           [‘olweiz]                      = Selalu
Almost                           [ol’mowst]                  = Hampir
Often                             [‘oftən]                        = Sering
Sometimes                     [‘sΛmtaimz]               = Kadang-kadang
Every morning             [‘evərie morning]       = Setiap pagi
On Friday                     [on ‘fraidie]                 = Pada hari Jumat
Every year                     [‘evərie yir]                 = Setiap tahun
Rumus sederhana kalimat ini adalah: Subyek  + Kata kerja I + Obyek/Keterangan. Contoh :
I eat banana = Saya makan pisang
S +          KK.I    +          O
We go to school = Kami pergi ke sekolah
S +          KK.I    +          Ket
Jika subyeknya adalah kata ganti orang ketiga (He, She dan It) maka kata kerja bentuk I harus ditambahkan s atau es pada akhir kata. Penambahan es apabila kata kerja berakhiran o, ch, sh, ss, x dan y (yang didahului huruf consonant). Contoh :
Andy eats banana
S +                      KK.I+s +     O
Susi goes to school
S +                      KK.I+es +     Ket
  1. b. Simple past tense
Kalimat ini digunakan untuk menunjukkan suatu pekerjaan yang terjadi di masa lalu dan biasanya diungkapkan dengan menambahkan kata-kata keterangan waktu sebagai berikut :
Yesterday                                  [‘yestərdei]                  = Kemarin
The day before yesterday        [tHə dei bi’fowr]           = Kemarin dulu
Just now                         [jΛst naw]                   = Baru saja
Last (week/month)                   [læst/wiek/mΛnth]     = (Minggu/bulan) lalu
(days/months/years) ago         [dei/yir-a’gow]           = (hari/bulan/tahun) lalu
Rumus sederhananya adalah: Subyek + KK.II + Obyek/Keterangan. Contoh :
We ate banana = Kami telah memakan pisang
S             +          KK.II  +          O
Susi went to school = Susi telah pergi ke sekolah
S             +          KK.II  +          Ket
Pada kata kerja bentuk ke II dan III tidak menambahkan s atau es meskipun subyeknya adalah orang ketiga.
  1. c. Simple future tense
Kalimat ini digunakan untuk menunjukkan atas suatu pekerjaan yang akan dilakukan (masa yang akan datang) dengan menambahkan kata keterangan waktu yaitu :
Tomorrow                                 [tə’marow]                  = Besok
The day after tomorrow           [tHe dei ‘æftər..]          = Lusa
Next (week/month)                  [nekst…]                     = (Minggu/bulan) depan
Rumus sederhananya adalah : Subyek + will/shall + KK.I + Obyek/Keterangan. Contoh :
I will eat banana = saya akan makan pisang
S   +        will/shall  +   KK.I +O
We shall go to school = Kami akan pergi ke sekolah
S   +        will/shall   +  KK.I + Keterangan
Will dan Shall berarti akan. Will dapat digunakan untuk semua kata ganti orang sedangkan shall hanya dapat digunakan untuk I dan We saja.
  1. d. Present perfect tense
Kalimat ini digunakan untuk menunjukkan atas perbuatan yang sudah dilakukan baik dahulu maupun hingga kini. Dan biasanya dibubuhi kata-kata:
Already                       [ol’redie]                     : Sudah
Almost                        [ol’mowst]                  : Hampir
For …                         [for]                             : Selama ….
Since                           [sins]                           : Sejak
Often                          [‘oftən]                        : Sering
Rumus sederhananya adalah : Subyek + Have/Has + K.K.III + Obyek/Ket. Contoh:
I have eaten banana              = Saya telah/sudah makan pisang
He has gone to school           = Dia telah/sudah pergi ke sekolah
Have digunakan untuk I, You, We dan They. Sedangkan Has digunakan untuk orang ketiga yaitu He, She dan It.
  1. e. Present continous tense
Kalimat ini digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan yang sedang dilakukan atau atas pekerjaan yang sementara terjadi dan berlangsung. Sehingga pada kalimat ini mengandung arti sedang.
Rumus sederhananya adalah : Subyek + TO BE + K.K.I-ing + Obyek/Ket. Contoh :
I am eating banana               = Saya sedang makan pisang
She is going to school            = Dia sedang pergi ke sekolah
Is she going to school?           = Apakah dia sedang pergi ke sekolah?
  1. 2. Kata Kerja khusus
Kata kerja khusus adalah kata kerja yang tidak membutuhkan imbuhan/akhiran s atau es untuk he, she dan it. Kata kerja khusus tersebut yaitu :
Can                            [kæn]                          = Dapat
May                           [mei]                           = Boleh
Must                          [mΛst]                         = Harus
Will                            [wil]                             = Akan
Could                        [kud]                           = Dapat
Should                       [syud]                         = Seharusnya
Have                          [hæv]                          = Mempunyai
Need                          [nied]                          = Perlu
Dare                          [dær]                           = Berani
Setelah kata kerja khusus, tidak dibenarkan untuk menggunakan to dan tidak diperbolehkan menggunakan dua kata kerja khusus secara berdekatan atau dengan menggabungkannya. Contoh :
I will go                     bukan I will to go
He will go                 bukan He will can go
Apabila dalam suatu kalimat pernyataan yang menggunakan salah satu kata kerja khusus ini dan akan diubah menjadi kalimat Tanya, maka hanya dengan memindahkan keta kerja khusus tersebut ke depan kalimat. Dan menambahkan not setelah kata kerja khusus untuk kalimat sangkal. Contoh :
We  can do it                                    = Kita dapat melakukannya
Can we do it                         = Apakah kita dapat melakukannya
We cannot do it                                = Kita tidak dapat melakukannya
We can’t do it                                   = Kita tidak dapat melakukannya
  1. 3. Do, Does dan Did
Kata Do selain berarti mengerjakan/melakukan, juga berfungsi sebagai penegas dan memperkuat (tawkiid) suatu kalimat. Contoh :
I do my homework              = Saya mengerjakan PR-ku
I love you                              = Aku mencintaimu
I do love You                        = Aku benar-benar sangat mencintaimu
Disamping itu,Do, Does dan Did juga berfungsi sebagai kata bantu, khusus pada kata kerja (verb) dalam bentuk kalimat sangkal (-) dan kalimat tanya (?). Does digunakan bagi kata ganti orang ketiga yaitu He, She dan It, sedangkan Do digunakan bagi kata ganti orang selain orang ketiga yaitu I, You, We dan They yang menunjukkan atas terjadinya kejadian pada waktu sekarang dan Did adalah bentuk lampau dari Do dan Does. Contoh :
I do not / don’t know about it          = Saya tidak mengetahuinya
She does not / doesn’t come             = Dia tidak datang
I did not / didn’t know                     = Saya tidak tau
Jika ingin mengubah kalimat di atas menjadi kalimat Tanya atau kalimat Tanya yang mengandung sangkalan yaitu dengan meletakkan kata bantu tersebut di awal kalimat. contoh :
Do I know about it?             = Apakah saya tahu hal itu?
Does she come?                                 = Apakah dia datang?
Don’t I know about it                      = Bukankan saya tahu hal itu?
Doesn’t she come                              = Bukankah dia akan datang?
Don’t they go to school                    = Bukankah mereka pergi ke sekolah?
  1. 4. Kalimat Pasif
Kalimat pasif yaitu kalimat yang menunjukkan atas keadaan subyek yang pasif. Penggunaan kalimat pasif ini disebabkan karena belum diketahui subyeknya atau sengaja menyembunyikannya ataupun takut untuk menyebutkan subyeknya. Arti yang terkandung di dalam kalimat pasif selalu berawalan ber-, ter-, dan di-. Bentuknya yaitu dengan menggunakan TO BE + Verb III (past participle). Contoh :
My cheek is/was cut                                    = Pipi saya terluka
The situation is/was changed          = Situasi telah berubah
The balls are/were thrown                = Bola-bola itu dibuang/dilemparkan
My money is/was stolen                  = Uang saya dicuri
She is/was fallen                               = Dia terjatuh
  1. 5. Ekor pertanyaan (Question tag)

Ekor pertanyaan atau Question tag adalah kata Tanya yang terletak di akhir suatu kalimat dan dapat berarti kan? Atau bukan? Contoh dalam bahasa Indonesia, “Dia cantik kan?” Dan “dia cantik bukan?”.
Apabila kalimat pertama positif (+) maka ekor pertanyaannya harus negative (-) dan sebaliknya dengan memperhatikan setiap kata bantu yang terletak padanya baik dari TO BE ataupun TO DO. Bentuk negative dari is not, are not, do not, does not, did not, selalu disingkat menjadi isn’t, aren’t, don’t, doesn’t, didn’t. Contoh :
You are Tedy, Aren’t you?                      = Kamu tedi, bukan?
She is not lazy, is she?                            = Dia tidak malas, kan?
You study English now, don’t you?       = Kamu belajar bahasa Inggris sekarang, bukan?
She doesn’t came , does she?                   = Dia tidak datang, kan?
You wrote a leter, didn’t you?                = Kamu telah menulis surat, bukan?
  1. 6. Kependekan (contraction)

Masalah yang kadang membingungkan pada saat membaca atau mendengarkan dialog adalah gabungan dari dua kata yang dipendekkan atau disingkat yang sulit dicerna oleh pendengaran, yaitu :
I’ll                          [ail]                              I will                = Saya akan
You’ll                    [yueul]                        You will          = Kamu akan
We’ll                     [wil]                             We will           = Kita akan
They’ll                   [dæeul]                       They will         = mereka akan
He’ll                      [hi:l]                            He will            = Dia (lk) akan
She’ll                     [syi:l]                           She will           = Dia (pr) akan
It’ll             [itl]                              It will               = Ia akan
I’m                                    [æm]                           I am                = Saya (adalah)
You’re                   [yueu]                         You are           = Kamu (adalah)
We’re                    [wieu]                          We are            = Kami (adalah
He’s                       [hi:z]                           He is                = Dia (adalah)
She’s                     [syi:z]                          She is              = Dia (adalah)
I’ve                        [aæv]                           I Have             = Saya mempunyai
You’ve                  [yuev]                         You have        = Kamu mempunyai
Don’t                     [deunt]                        Do not             = Tidak/bukan
Doesn’t                 [dasnt]                        Does not         = Tidak
Didn’t                   [didn’t]                        Did not           = Tidak/bukan
Isn’t                       [iznt]                           Is not               = Tidak/bukan
Aren’t                    [a:rnt]                          Are not            = Tidak/bukan
I’d                          [aid]                            I had/ I would= saya sebaiknya
Can’t                     [kænt]                         Can not           = Tidak dapat
Wouldn’t              [wudnt]                       Would not      = Seharusnya tidak
Mustn’t                 [masent]                     Must not         = Tidak harus
Couldn’t               [kudnt]                       Could not       = Tidak dapat
  1. 7. Two words verb

Di dalam bahasa Inggris terdapat beberapa kata kerja yang terdiri dari dua suku kata, dengan kata lain jika kata kerja tersebut dipisahkan dari kata tersebut maka akan mengalami perubahan pada arti. Two words Verb kadang juga disebut dengan Separated and Unseparated Verbs dimana letak antara kedua kata tersebut dapat dipisahkan dan tidak dapat dipisahkan. Contoh :
He called it off = Dia membatalkannya
He put his traveling off = Dia menunda keberangkatannya
I will take it up = Saya akan mempelajarinya
You can tried it up = Kamu dapat mencobanya
They talked it over = Mereka mendiskusikannya
I run into him                                                = Saya menemuinya
We look for him                                 = Kami mencarinya
  1. 8. Bentuk ing (-ing form)
Perhatikanlah beberapa arti dan bentuk penggunaan –ing pada contoh-contoh di bawah ini :
  1. Berarti sedang. Contoh :
I’m sitting = Saya sedang duduk
  1. Terletak setelah kata mind. Contoh :
Would you mind shutting the door= Sudikah anda menutup pintu
  1. Sebagai benda. Contoh :
Swimming is my hobby                   = Renang adalah hobiku
Spelling = Ejaan
Walking stick                                     = Tongkat untuk berjalan
Meeting = Pertemuan, Rapat
Dining room                                      = Ruang makan
  1. Setelah kata depan before, after, for, without, in, at, on, by, dan of.
After coming….                                 = Setalah datang ….
Before going…                                   = Sebelum pergi…
For giving…                                       = Untuk memberikan ….
Without knowing…                          = Tanpa mengetahui….
  1. 9. Penggunaan If
If dapat berarti jika dalam kalimat pengandaian dengan menggunakan tambahan kata were untuk semua subjek. Contoh :
If I were a rich man, I would buy a plane
Jika saya orang yang kaya, saya akan membeli pesawat
If she were here, I would kiss her
Jika ia ada di sini, saya akan menciumnya
If I have time, I’ll go there
Jika saya mempunyai waktu, saya akan pergi ke sana
If I had time, I would go there
Jika saya mempunyai waktu, saya akan pergi ke sana
10. Either … or… dan Neither… nor…
Perhatikanlah contoh-contoh di bawah ini :
I like either mango or banana            = Saya suka mangga maupun pisang
I like neither mango nor banana       = Saya tidak suka mangga maupun pisang
Which one would you like                 = Yang mana yang kamu suka
Either one is fine                                  = Yang mana saja boleh
He isn’t a student either = Dia juga bukan seorang pelajar
11. Jam (Time)
Dalam bahasa Inggris tidak digunakan pukul 13 – 24. Sebagai penggantinya digunakan a.m (ante meridiem) antara pukul 01:00 – 12:00. Sedangkan p.m (post meridiem) digunakan antara pukul 13:00 – 00:59.
Past digunakan apabila jarum panjang berada di antara angka 12 hingga 6. To digunakan apabila jarum panjang berada di antara angka 6 hingga 12. Half digunakan apabila jarum panjang berada pada angka 6. A Quarter digunakan untuk menggantikan 15 menit. Contoh :
01:00                       One o’clock (sharp)               = jam 01:00 (tepat)
12:10                       Ten (minutes) past twelve     = jam 12:10
11:15                       A quarter past eleven            = Jam 11:15
01:30                       Half past one                          = Jam 01:30
04:30                       Half past four             = Jam 04:30
08:35                       Twenty five to nine                = Kurang 25 jam 9
06:45                       A quarter to seven                 = Kurang 15 jam 7

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

IRREGULAR VERBS

Kata kerja tak beraturan
Kata-kata kerja yang tidak mematuhi peraturan yang normal yang bentuk lampaunya tidak dibentuk dari infinitif ditambah ed atau d disebut irregular verbs. Dibawah ini daftar kata-kata kerja tak beraturan
IRREGULAR VERBS
I. Ketiga-tiganya berbeda.
Infinitive Past Tense (V2) Past Participle (V3) -ing form Arti
1. Verbs that pattern like: sing, sang, sung
begin began begun beginning mulai
drink drank drunk drinking minum
ring rang rung ringing berdering
shrink shrank,shrunk shrunk shrinking menyusut
sing sang sung singing menyanyi
sink sank sunk sinking tenggelam
spring sprang, sprung sprung springing membuka
swim swam swum swimming berenang
2. Verbs that pattern like: break, broke, broken
break broke broken breaking pecah
choose chose chosen choosing memilih
freeze froze frozen freezing membeku
steal stole stolen stealing mencuri
speak spoke spoken speaking berbicara
3. Verbs that pattern like: blow, blew, blown
blow blew blown blowing bertiup
draw drew drawn drawing menggambar
fly flew flown flying terbang
grow grew grown growing tumbuh, timbul
know knew known knowing mengetahui,
throw threw thrown throwing melemparkan
withdraw withdrew withdrawn withdrawing mencabut
4. Verbs that pattern like: drive, drove, driven
drive drove driven driving mengendarai
ride rode ridden riding menunggang
(a)rise (a)rose (a)risen rising naik, terbit
strive strove striven striving menuju, mengejar cita
smite smote smitten smitting memukul
stride strode stridden striding melangkah
shave shaved shaven shaving mencukur
strike struck stricken striking memukul
write wrote written writing menulis
5. Verbs that pattern like: wear, wore, worn
bear bore borne, born bearing memikul
swear swore sworn swearing bersumpah
tear tore torn tearing merobek
wear wore worn wearing memakai
6. Verbs that pattern like: bite, bit, bitten
bite bit bitten,bit biting menggigit
chide chid chidden chiding mencaci
hide hid hidden hiding bersembunyi
7. Verbs that pattern like: shake, shook, shaken
mistake mistook mistaken mistaking salah mengira
partake partook partaken partaking mengambil bagian
shake shook shaken shaking bergoncang
take took taken taking mengambil
forsake forsook forsaken forsaking meninggalkan
8. Verbs that pattern like: give, gave, given
forbid forbad(e) forbidden forbidding melarang
forgive forgave forgiven forgiving memaafkan
give gave given giving memberi
9. Verbs that pattern like: mow, mowed, wown
mow mowed mown mowing memotong rumput
hew hewed hewn hewing menebang
sew sewed sewn, sewed sewing menjahit
sow sowed sown, sowed sowing menaburkan
saw sawed sawn, sawed sawing menggergaji
show showed shown, showed showing mempertunjukkan
strew strewed strewn strewing menabur
prove proved proven proving membuktikan
swell swelled swollen, swelled swelling membengkak,
10. Miscellaneous
(a)wake (a)woke (a)woken waking berjaga, melek
be (am,is,are) was, were been ialah, adalah
do did done doing mengerjakan
go went gone going pergi
lie lay lain lying terletak
dive dove dived diving menyelam
eat ate eaten eating makan
fall fell fallen falling jatuh
see saw seen seeing melihat
slay slew slain slaying membunuh
II. Kedua dan ketiganya sama
Infinitive Past Tense (V2) Past Participle (V3) -ing form Arti
1. Verbs that pattern like: hang, hung, hung
cling clung clung clinging berpegangan
dig dug dug digging menggali
hang hung hung slinging bergantung
sling slung slung slinging melemparkan
spin spun spun spinning memintal
stick stuck stuck sticking menempelkan
string strung strung stringing memberi tali
sting stung stung stinging menyengat
strike struck struck striking memukul
swing swung swung swinging mengayunkan
wring wrung wrung wringing memeras
2. Verbs that pattern like: feed, fed, fed
bleed bled bled bleeding berdarah
breed bred bred breeding memelihara
creep crept crept creeping merangkak
dream dreamed, dreamt dreamed, dreamt dreaming bermimpi
feed fed fed feeding memberi makan
feel felt felt feeling merasa
flee fled fled fleeing melarikan diri
keep kept kept keeping menyimpan
kneel knelt, kneeled knelt, kneeled kneeling berlutut
lead led led leading memimpin
leap leapt, leaped leapt, leaped leaping meloncat(i)
leave left left leaving meninggalkan
mean meant meant meaning berarti,bermaksud
meet met met meeting bertemu
sleep slept slept sleeping tidur
speed sped, speeded sped, speeded speeding mempercepat
sweep swept swept sweeping menyapu
weep wept wept weeping menangis
3. Verbs that pattern like: bring, brought, brought
beseech besought besought, beseeched beseeching memohon
bring brought brought bringing membawa
buy bought bought buying membeli
catch caught caught catching menangkap
fight fought fought fighting berkelahi
seek sought sought seeking mencari
teach taught taught teaching mengajar
think thought thought thinking mengira
4. Verbs that pattern like: bend, bent, bent
bend bent, bended bent, bended bending membengkokkan
lend lent lent lending meminjamkan
rend rent rent rending membelah
send sent sent sending mengirim
spend spent spent spending mengeluarkan
5. Verbs that pattern like: bind, bound, bound
bind bound bound binding mengikat
find found found finding menemukan
grind ground ground grinding menggiling
wind wound wound winding berputar-putar
6. Verbs that pattern like: pay, paid, paid
lay laid laid laying menaruh
mislay mislaid mislaid mislaying salah meletakkan
pay paid paid paying membayar
say said said saying berkata
7. Verbs that pattern like: sell, sold, sold
sell sold sold selling menjual
tell told told telling memberitahu,cerita
8. Miscellaneous
abide abode abode abiding berdiam
build built built building membangun
clothe clad (clothed) clad clothing membeli sandang
forget forgot forgotten forgetting lupa,melupakan
get got got, gotten getting memperoleh
have(has) had had having mempunyai
hear heard heard hearing mendengar
hold held held holding memegang
light lighted,lit lighted, lit lighting menyalakan
lose lost lost losing kehilangan
make made made making membuat
shine shone shone shining bersinar
shoe shod shod shoeing memasang ladam
shoot shot shot shooting menembak
sit sat sat sitting duduk
slide slid slidden sliding longsor, meluncur
stand stood stood standing berdiri
understand understood understood understanding mengerti
withstand withstood withstood withstanding menahan
win won won winning menang
dwell dwelt dwelt dwelling bertempat tinggal
fling flung flung flinging membuang
lean leant, leaned leant, leaned leaning bersandar
learn learnt, learned learnt, learned learning belajar
blend blended blended, blent blending bercampur
bless blessed, blest blessed, blest blessing memberkati
burn burnt, burned burnt, burned burning membakar
crow crowed, crew crowed crowing berkokok,bangga
melt melted melted, molten melting melebur
misunderstand misunderstood misunderstood misunderstanding salah paham
smell smelt, smelled smelt, smelled smelling berbau,mencium
spell spelt, spelled spelt, spelled spelling mengeja
spill spilt, spilled spilt, spilled spilling menumpahkan
spit spat, spit spat, spit spitting meludah
spoil spoilt, spoiled spoilt, spoiled spoiling merusakkan
withhold withheld withheld withholding menyembunyikan
withstand withstood withstood withstanding melawan,menahan
III. KETIGA-TIGANYA SAMA
Infinitive Past Tense (V2) Past Participle (V3) -ing form Arti
bet bet bet betting bertaruh
cost cost cost berharga
burst burst burst bursting merekah,meledak
cut cut cut cutting memotong
hit hit hit hitting memukul
hurt hurt hurt hurting melukai
let let let letting membiarkan
put put put putting meletakkan
set set set setting mengatur,menyetel
broadcast broadcast broadcast broadcasting memancarkan
forecast forecast forecast forecasting meramalkan
quit quit,quitted quit,quitted quitting melepaskan
read read (baca: red) read (baca: red) reading membaca
shut shut shut shutting menutup
slit slit slit slitting membelah
split split split splitting membelah
spread spread spread spreading membentangkan
sweat sweat sweat sweating berkeringat
thrust thrust thrust thrusting mendorong
wet wet wet wetting membasahi
knit knitted, knit knitted, knit knitting merajut
IV. PERTAMA DAN KETIGA SAMA
Infinitive Past Tense (V2) Past Participle (V3) Arti
come came come coming datang
become became become becoming menjadi
overcome overcame overcome overcoming mengalahkan
run ran run running lari, berlari
V. PERTAMA DAN KEDUA SAMA
Infinitive Past Tense (V2) Past Participle (V3) Arti
beat beat beaten, beat beating memukul

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PERANAN PANCASILA DALAM MEWUJUDKAN GENERASI MUDA YANG BERMORAL DAN BERETIKA

PERANAN PANCASILA DALAM MEWUJUDKAN GENERASI MUDA YANG BERMORAL DAN BERETIKA

PERANAN GENERASI MUDA DALAM KONTEKS PERJUANGAN DAN PEMBANGUNAN
Peran generasi muda atau pemuda dalam konteks perjuangan dan pembangunan dalam kancah sejarah kebangsaan Indonesia sangatlah dominan dan memegang peranan sentral, baik perjuangan yang dilakukan secara fisik maupun diplomasi, perjuangan melalui organisasi sosial dan politik serta melalui kegiatan-kegiatan intelektual. Masa revolusi fisik dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan adalah ladang bagi tumbuh suburnya heroisme pemuda atau generasi muda yang melahirkan semangat patriotisme ............

dan nasionalisme. Pemuda atau generasi muda yang hidup dalam nuansa dan suasana pergolakan kemerdekaan dan perjuangan akan cenderung memiliki kreativitas tinggi dan keunggulan untuk melakukan perubahan atas berbagai kerumitan dan masalah yang dihadapi, akan tetapi bagi para pemuda atau generasi muda yang hidup dalam nuansa nyaman, aman dan tentram seperti kondisi sekarang, cenderung apatis, tidak banyak berbuat dan hanya berusaha mempertahankan situasi yang ada tanpa usaha dan kerja keras melakukan perubahan yang lebih baik dan produktif atau bahkan cenderung tidak kreatif sama sekali. Generasi muda  memiliki posisi yang penting dan strategis karena menjadi poros bagi punah atau tidaknya sebuah negara,  Benjamine Fine dalam bukunya 1.000.000 Deliquents, mengatakan "a generation who will one day become our national leader". Generasi muda adalah pelurus dan pewaris bangsa dan negara ini, baik buruknya bangsa kedepan tergantung kepada bagaimana generasi mudanya, apakah generasi mudanya memiliki kepribadian yang kokoh, memiliki semangat nasionalisme dan karakter yang kuat untuk membangun bangsa dan negaranya (nation and character), apakah generasi mudanya memilki dan menguasai  pengetahuan dan tekhnologi untuk bersaing dengan bangsa lain dalam tataran global dan tergantung pula kepada apakah generasi mudanya berfikir positif untuk berkreasi yang akan melahirkan karya-karya nyata yang monumental dan membawa pengaruh dan perubahan yang besar bagi kemajuan bangsa dan negaranya.

GENERASI MUDA ADALAH ORANG YANG MEMBUAT SEJARAH
(People Makes History)
Peran dan perjuangan pemuda Indonesia dirintis dan dimulai dari berdirinya Indische Vereeniging atau Perhimpunan Hindia yang kemudian menjadi Perhimpunan Indonesia ada tahun 1908. Organisasi pemuda, pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda ini Kemudian menerbitkan Koran Indonesia Merdeka. Dalam terbitannya yang pertama koran ini menyatakan tentang kemauan besar bangsa Indonesia untuk merebut kembali hak-hak dan menetapkan kedudukan atau keyakinan di tengah-tengah dunia, yaitu sebuah Indonesia yang merdeka. Selanjutnya semangat nasionalisme dan patriotisme tersebut mulai merambah ke Indonesia dengan berdirinya organisasi Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908 yang kemudian diperingati sebagai hari Kebangkitan Nasional, kemudian berdiri pula Organisasi Sarikat Islam (SI) pada tanggal 10 September 1912. Semangat nasionalisme dan patriotisme tersebut kemudian dipertegas dengan Sumpah Pemuda yang merupakan sumpah setia para pemuda pada saat Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia dalam Kongres Pemuda II yang dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 yaitu tentang pengakuan generasi muda indonesia untuk bertumpah darah yang satu, Tanah Indonesia, berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia dan  menjunjung Bahasa Persatuan yaitu Bahasa Indonesia. Sebelumnya pada rapat pertama, Sabtu, tanggal 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng). Dalam sambutannya, ketua PPI Sugondo Djojopuspito berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara kemudian dilanjutkan dengan uraian Moehammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.  Militansi dan peran pemuda selanjutnya terlihat menjelang proklamasi kemerdekaan yaitu dalam Peristiwa Rengas Dengklok berupa "penculikan" yang dilakukan oleh sejumlah pemuda antara lain Adam Malik dan Chaerul Saleh dari Menteng 31 terhadap Soekarno dan Hatta. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 04.30 WIB. Soekarno dan Hatta dibawa atau lebih tepatnya diamankan ke Rengasdengklok, Karawang, untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi, sampai kemudian terjadinya kesepakatan antara golongan tua yang diwakili Soekarno dan Hatta serta Mr. Akhmad Subardjo dengan golongan muda tentang kapan proklamasi akan dilaksanakan. Pada saat mempertahankan kemerdekaan dari agresi militer Belanda peran pemuda yang tergabung dalam API, barisan pemuda pelopor dan laskar laskar perlawanan rakyat sangat jelas sekali. Peristiwa 10 November Surabaya, Bandung Lautan Api, adalah bukti pengorbanan pemuda atau generasi muda bagi bangsa dan negara.

MEMAKNAI PERISTIWA SEJARAH SEBAGAI SUMBER EDUKASI DAN INSPIRASI
Experience is the best teacher. Jadi terminologi "belajar dari sejarah" bukahlah hal yang sepele, justru sebaliknya lewat sejarah itulah identitas seorang warga negara diperkokoh. Mengambil makna edukasi dan inspirasi dari peristiwa-peristiwa sejarah besar (great historical events) di atas tidak sebatas diperingati dalam upacara seremonial sambil mengenang jasa para pemuda Indonesia. Lebih jauh para pemuda atau generasi muda saat ini haruslah mengambil makna mendalam dan menemukan inspirasi dan edukasi atas peristiwa bersejarah itu. Sejarah akan terus berulang untuk masa dan pelaku sejarah yang berbeda. Pemuda atau generasi muda saat ini mempunyai potensi besar mengulang sejarah yang lebih besar dan monumental. Perjuangan merintis kemerdekaan, Proklamasi kemerdekaan, satunya Indonesia sebagai sebuah nation atau bangsa, bukanlah sekedar ikrar, tetapi harus jauh merayapi setiap nurani generasi muda dan rakyat Indonesia untuk kemudian melahirkan gerakan yang nyata bagi perwujudan untuk mencapai tujuan negara yaitu melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa. Masa untuk mencapai tujuan negara telah beberapa tahapan dilalui, mulai dari masa orde lama, orde baru bahkan sekarang bangsa Indonesia  memasuki  era reformasi.
Sejak bergulirnya reformasi di Indonesia dimulai pada pertengahan Bulan Mei tahun 1998 yang ditandai dengan adanya pergantian rezim orde baru dengan orde reformasi, belum banyak terjadi perubahan-perubahan mendasar dan menyeluruh di segala aspek dan sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Orde reformasi yang menggantikan orde baru dan diharapkan dapat membawa perubahan besar atau lompatan besar menuju Indonesia Baru untuk menggantikan Indonesia Lama (Orde Baru) yang dipandang sebagai masa yang penuh dengan kekurangan (deficiencies) dan berbagai macam penyakit sosial (social ills), tampaknya masih jauh dari harapan. Masa-masa sulit diawal reformasi yang dijalankan tampaknya belum mampu untuk mewujudkan Indonesia Baru yang diharapkan. Masa-masa awal reformasi justru penuh dengan situasi yang penuh dengan ketidakpastian, tidak dihormatinya hukum dan keadilan (law and order). Harapan dan tuntutan masyarakat terutama kalangan pemuda dan mahasiswa yang dikenal dengan agenda reformasi hingga saat ini hampir dikatakan tidak berjalan atau dapat dikatakan berjalan di tempat. Perubahan yang terjadi tampak dirasakan hanya pada bidang demokrasi, yang dalam prakteknya malah cenderung kepada demokrasi keterlaluan dan berlebihan (too much democracy). Pada level bangsa (nation) kita jauh dari ketentraman (in order), malah cenderung tidak aman (dis order). Penyakit masyarakat (social ills) dan ketidakpastian hukum cenderung meningkat kemudian harga diri bangsa dimata dunia saat ini malah semakin terpuruk dan ada kecenderungan, bangsa ini hampir kehilangan kebanggaan dan identitas (jatidiri) sebagai bangsa Indonesia (having no pride as Indonesian). Bangsa seolah-olah saling menyalahkan dan membuka aib sendiri, bagaikan membuka kotak pandora (pandora box). Kemudian tak dapat dinafikan, bahwa kemiskinan dan pengangguran meningkat, investasi dan pertumbuhan ekonomi menurun ditengah dominasi asing, kekerasan dan kesemrawutan berbagai kota, berbagai bencana melanda, ditingkahi lakon elit politik yang jauh dari harapan rakyat. Permasalahan-permasalahan bangsa semakin rumit dan semakin tidak beradab, amuk masa, tawuran, kerusuhan sosial dan konflik horizontal di daerah menjadi pemandangan yang mencengangkan. Berbagai konflik kepentingan antara pusat dan daerahpun ikut meramaikan kondisi bangsa dan cenderung ke arah disintegrasi bangsa. Kemudian lebih menyedihkan lagi bangsa semakin diperparah dengan berbagai bencana dan musibah di berbagai pelosok penjuru nusantara serta ancaman akan kehilangan generasi (lost generation) akibat penyalahgunaan narkoba. Seharusnya disaat kita sedang memulai pembangunan Indonesia baru yang ditandai dengan perubahan-perubahan yang drastis, cepat dan berjangka panjang di bidang politik diperlukan semangat kecintaan kepada bangsa, kebersamaan dan persaudaraan yang dapat menumbuhkan harapan-harapan pencerahan bagi bangsa untuk membangun Indonesia baru atau Indonesia yang lebih baik, maka dimanakah para pemuda atau generasi muda mengambil peran dalam situasi bangsa seperti ini.

PERAN SERTA GENERASI MUDA DALAM PEMBANGUNAN
Disaat kondisi bangsa seperti saat ini peranan pemuda atau generasi muda sebagai pilar, penggerak dan pengawal jalannya reformasi dan pembangunan sangat diharapkan. Dengan organisasi dan jaringannya yang luas, pemuda dan generasi muda dapat memainkan peran yang lebih besar untuk mengawal jalannya reformasi dan pembangunan. Permasalahan yang dihadapi saat ini justru banyak generasi muda atau pemuda yang mengalami disorientasi, dislokasi dan terlibat pada kepentingan politik praktis. Seharusnya melalui generasi muda atau pemuda terlahir inspirasi untuk mengatasi berbagai kondisi dan permasalahan yang yang ada. Pemuda atau generasi muda yang mendominasi populasi penduduk Indonesia saat ini mesti mengambil peran sentral dalam berbagai bidang untuk kemajuan antara lain :
  1. Saatnya pemuda menempatkan diri sebagai agen sekaligus pemimpin perubahan. Pemuda harus meletakkan cita-cita dan masa depan bangsa pada cita cita perjuangannya. Pemuda atau generasi muda yang relatif bersih dari berbagai kepentingan harus menjadi asset yang potensial dan mahal untuk kejayaan dimasa depan. Saatnya pemuda memimpin perubahan. Pemuda atau generasi muda yang tergabung dalam berbagai Organisasi Kemasyarakatan Pemuda memiliki prasyarat awal untuk memimpin perubahan. Mereka memahami dengan baik kondisi daerahnya dari berbagai sudut pandang. Kemudian proses kaderisasi formal dan informal dalam organisasi serta interaksi kuat dengan berbagai lapisan sosial termasuk dengan elit penguasa akan menjadi pengalaman (experience) dan ilmu berharga untuk mengusung perubahan.
  2. Pemuda harus bersatu dalam kepentingan yang sama (common interest) untuk suatu kemajuan dan perubahan. Tidak ada yang bisa menghalangi perubahan yang diusung oleh kekuatan generasi muda atau pemuda, sepanjang moral dan semangat juang tidak luntur. Namun bersatunya pemuda dalam satu perjuangan bukanlah persoalan mudah. Dibutuhkan syarat minimal agar pemuda dapat berkumpul dalam satu kepentingan. Pertama, syarat dasar moral perjuangan harus terpenuhi, yakni terbebas dari kepentingan pribadi dan perilaku moral kepentingan suatu kelompok. Kedua, kesamaan agenda perjuangan secara umum Ketiga, terlepasnya unsur-unsur primordialisme dalam perjuangan bersama, sesuatu yang sensitive dalam kebersamaan.
  3. Mengembalikan semangat nasionalisme dan patriotisme dikalangan generasi muda atau pemuda akan mengangkat moral perjuangan pemuda atau generasi muda. Nasionalisme adalah kunci integritas suatu negara atau bangsa. Visi reformasi seperti pemberantasan KKN, amandeman konstitusi, otonomi daerah, budaya demokrasi yang wajar dan egaliter seharusnya juga dapat memacu dan memicu semangat pemuda atau generasi muda untuk memulai setting agenda perubahan. 
  4. Menguatkan semangat nasionalisme tanpa harus meninggalkan jatidiri daerah. Semangat kebangsaan diperlukan sebagai identitas dan kebanggaan, sementara jatidiri daerah akan menguatkan komitmen untuk membangun dan mengembangkan daerah. Keduanya diperlukan agar anak bangsa tidak tercerabut dari akar budaya dan sejarahnya. 
  5. Perlunya kesepahaman bagi pemuda atau generasi muda dalam melaksanakan agenda-agenda Pembangunan. Energi pemuda yang bersatu cukup untuk mendorong terwujudnya perubahan. Sesuai karakter pemuda yang memiliki kekuatan (fisik), kecerdasan (fikir), dan ketinggian moral, serta kecepatan belajar atas berbagai peristiwa yang dapat mendukung akselerasi perubahan. 
  6. Pemuda menjadi aktor untuk terwujudnya demokrasi politik dan ekonomi yang sebenarnya. Tidak dapat dihindari bahwa politik dan ekonomi masih menjadi bidang eksklusif bagi sebagian orang termasuk generasi muda. Pemuda harus menyadari , bahwa sumber daya (resource) negeri ini sebagai aset yang harus dipertahankan, tidak terjebak dalam konspirasi ekonomi kapitalis. 
  7. Secara khusus peranan pemuda di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung seharusnya lebih berorientasi kepada upaya membangun kualitas sumber daya manusia dan upaya menjaga kualitas sumber daya alam Bangka Belitung agar tetap dapat mempunyai daya dukung bagi pembangunan Bangka Belitung dasawarsa kedepan dan untuk persiapan bagi generasi mendatang. Sebagai suatu propinsi yang baru menginjak usia delapan tahun banyak hal yang harus diperbuat, diperjuangkan dan ditingkatkan agar propinsi ini dapat sejajar serta dapat mengejar ketertinggalan dengan propinsi lainnya di Indonesia. Issue aktual tentang kerusakan lingkungan di Bangka Belitung hendaknya menjadi perhatian serius dan utama mengingat eksploitasi terhadap biji timah yang sudah dimulai sejak masa Kesultanan Palembang Darussalam pada tahun 1710, kemudian dilanjutkan oleh bangsa asing kulit putih yaitu bangsa Inggris tahun 1812 dan bangsa Belanda sejak tahun 1814 hingga kemerdekaan, kemudian dilanjutkan eksploitasinya oleh perusahaan Timah milik negara dan sekarang malah dieksploitasi secara bebas dan besar-besaran oleh rakyat tanpa memperhatikan aturan-aturan dan kelestarian lingkungan, akan berakibat pada kerusakan dan kehancuran. Dalam posisi inilah harusnya pemuda atau genersi muda dapat berperan menghentikan kerusakan dan mengajukan alternatif solusi yang cerdas bagi penyelesaiannya dan terutama sekali solusi terbaik bagi penghidupan rakyat pasca timah. Saat ini suara, pemikiran dan tindakan nyata dari generasi muda atau pemuda, mahasiswa, akademisi atau dari golongan elite terpelajar nyaris tak terdengar, sebetulnya banyak kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah daerah yang perlu dikritisi secara arif.
  8. Pemuda atau generasi muda harus dapat memainkan perannya sebagai kelompok penekan atau pressure group agar kebijakan-kebijakan strategis daerah memang harus betul-betul mengakar bagi kepentingan dan kemashlatan umat.
mudah-mudahan postingan saya diatas bisa memberikan makna tersendiri buat teman-teman yang membacanya.... dan apabila ada dari teman-teman yang berminat untuk mendownload file yang sudah berbentuk makalah. teman-teman bisa mendownloadnya disini...... dan tidak lupa juga saya ingin meminta sedikit waktu bagi para pembaca agar hendaknya bisa untuk meluangkan waktunya memberikan saran atau koment demi kesempurnaan blog saya.......

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mengenal Karya Sastra Lama Indonesia

Kesusastraan berasal dari bahasa Sanskerta sastra yang berarti "teks yang mengandung instruksi" atau "pedoman". Dalam bahasa Indonesia, kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada "kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.

Kesusastraan juga didefinisikan sebagai ilmu atau pengetahuan tentang segala hal yang bertalian dengan susastra. Kesusastraan di Indonesia terbagi dalam dua zaman. Zaman Kesusastraan Lama dan Zaman Kesusastraan Baru. Masing-masing karya memiliki ciri khas tersendiri.

Karya sastra lama lahir dalam masyarakat lama pada zamannya. Masyarakat pada waktu itu masih memegang adat istiadat yang berlaku di daerahnya. Karya sastra lama biasanya bersifat moral, pendidikan, nasihat, adat istiadat, serta ajaran-ajaran agama.


Karya sastra merupakan hasil cipta rasa manusia. Karya sastra lahir dari ekspresi jiwa seorang pengarang. Suatu hasil karya dikatakan memiliki nilai sastra jika isinya dapat menimbulkan perasaan haru, menggugah, kagum, dan mendapat tempat di hati pembacanya. Karya sastra seperti itu dapat dikatakan sebagai karya sastra yang adiluhung, yaitu karya yang dapat menembus ruang dan waktu.

Karya Sastra Lama atau Klasik
Karya sastra lama atau klasik lahir dan berkembang di lingkungan masyarakat yang masih kental dengan adat istiadat dan lain-lain. Karya-karya kesusastraan lama sangat dipengarui oleh muatan lokal berupa adat istiadat dan budaya yang berlaku pada zamannya.

Di antara kesusastraan lama itu adalah pantun, hikayat, gurindam, dongeng, syair, dan tambo. Jenis-jenis sastra lama ini berpengaruh besar dalam perkembangan kesusastraan modern di Indonesia.

Pada umumnya, karya sastra zaman klasik cenderung menggunakan lisan sebagai media penyebarannya. Oleh karena itu, sebuah karya pantun atau dongeng tidak diketahui siapa pengarangnya. Cerita yang dilisankan itu menyebar dengan cepat ke berbagai pelosok dan kalangan.

Pantun
Pantun adalah salah satu jenis karya sastra lama. Pantun berkembang di masyarakat menggunakan media lisan. Pantun sering disebut sebagai sastra lisan. Penyebaran pantun dilakukan dari mulut ke mulut. Oleh karena itu, sampai saat ini belum diketahui dengan pasti siapa pengarang pantun. Dilihat dari bentuknya, pantun termasuk jenis puisi lama.

Pantun merupakan karangan yang terikat bentuk dan aturan. Terikat bentuk yang terdiri atas bait dan larik. Larik atau baris kesatu dan ketiga merupakan sampiran dan baris kedua dan keempat adalah isi pantun. Dilihat dari jenisnya, pantun ada beberapa jenis, yaitu pantun anak-anak, pantun remaja, dan pantun orang tua.

Contoh pantun:
sungguh elok asam belimbing

tumbuh dekat limau mangga

sungguh elok berbibir sumbing

walaupun marah tertawa juga

***
Berakit-rakit ke hulu

Berenang-renang ke tepian

Bersakit-sakit dahulu

Bersenang-senang kemudian

Gurindam
Gurindam termasuk jenis puisi lama. Bentuknya hampir sama dengan pantun. Bentuk gurindam terdiri atas dua baris. Baris pertama berisi sejenis perjanjian atau syarat dan baris kedua menjadi akibat atau kejadian yang disebabkan dari isi baris pertama.

Contoh gurindam:
Barang siapa mengenal Allah,

Suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.
***
Barang siapa mengenal diri

Maka telah mengenal akan tuhan yang bahari.
***
Barang siapa mengenal dunia,

Tahulah ia barang yang terpedaya.
Gurindam yang terkenal adalah “Gurindam Dua Belas” karangan Raja Ali Haji. Gurindam merupakan puisi lama yang berirama dan berisi nasihat dan ajaran kebaikan.

Hikayat
Hikayat termasuk karya sastra lama yang berkembang dalam masyarakat secara turun temurun. Sebuah cerita hikayat biasanya berhubungan dengan kehidupan istana, kesaktian senjata, dan kehebatan tokoh ksatria.

Hikayat banyak tersebar di masyarakat. Hikayat kebanyakan ditemukan dalam media tulis, seperti kertas, daun, bambu, dan kulit binatang yang digunakan pada zaman dahulu.

Contoh hikayat:
• Hikayat Hang Tuah

• Hikayat Bayan Budiman

• Hikayat Patani

• Hikayat Raja Sulaiman

• Hikayat Hasanudin,

• Hikayat Undakan Penurat

• Hikayat Nur Muhamad


Sumber yang diambil Admin Suriya-Aceh: www.AnneAhira.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Penjumlahan dan Pengurangan Bentuk Aljabar

Pada bagian ini, kamu akan mempelajari cara menjumlahkan dan mengurangkan suku-suku sejenis pada bentuk aljabar. Pada dasarnya, sifat-sifat penjumlahan dan pengurangan yang berlaku pada bilangan riil, berlaku juga untuk penjumlahan dan pengurangan pada bentuk-bentuk aljabar, sebagai berikut.
a. Sifat Komutatif
a + b = b + a, dengan a dan b bilangan riil
b. Sifat Asosiatif
(a + b) + c = a + (b +c), dengan a, b, dan c bilangan riil
c. Sifat Distributif
a (b + c) = ab + ac, dengan a, b, dan c bilangan riil
Agar kamu lebih memahami sifat-sifat yang berlaku pada bentuk aljabar, perhatikan contoh-contoh soal berikut.
Contoh Soal :
Sederhanakan bentuk-bentuk aljabar berikut.
a. 7mn + 3mn
b. 16x + 3 + x + 4
c. –x – y + x – 3
d. 2p – 3p2 + 2q – 5q2 + 3p
e. 6m + 3(m2 – n2) – 2m2 + 3n2
Jawab:
a. 7mn + 3mn = 10mn
b. 16x + 3 + x + 4 = 16x + x + 3 + 4
= 17x + 7
c. –x – y + x – 3 = –x + x – y – 3
= –y – 3
d. 2p – 3p2 + 2q – 5q2 + 3p = 2p + 3p – 3p2 + 2q – 5q2
= 5p – 3p2 + 2q – 5q2
= –3p2 + 5p – 5q2 + 2q
e. 6m + 3(m2 – n2) – 2m2 + 3n2 = 6m + 3m2 – 3n2 – 2m2 + 3n2
= 6m + 3m2 – 2m2 – 3n2 + 3n2
= m2 + 6m
Contoh Soal :
Tentukan hasil dari:
a. penjumlahan 10x2 + 6xy – 12 dan –4x2 – 2xy + 10,
b. pengurangan 8p2 + 10p + 15 dari 4p2 – 10p – 5.
Jawab:
a. 10x2 + 6xy – 12 + (–4x2 – 2xy + 10) = 10x2 – 4x2 + 6xy – 2xy – 12 + 10
= 6x2 + 4xy – 2
b. (4p2 – 10p – 5) – (8p2 + 10p + 15) = 4p2 – 8p2 – 10p –10p – 5 – 15
= –4p2 – 20p – 20

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( Bahasa Indonesia, Kelas V, Semester 1)

Satuan Pendidikan : SDN 085117 Sibolga
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas / Semester : V / I
Aspek : Membaca
Hari / Tanggal : Rabu, 29 Oktober 2008
Waktu : 2 x 40 menit

A. Standar Kompetensi
Memahami teks dengan membaca teks percakapan, membaca cepat 75 kata per menit, dan membaca puisi

B. Kompetensi Dasar
Menemukan gagasan utama suatu teks yang dibaca dengan kecepatan 75 kata per menit

C. Indikator
1. Membaca dengan kecepatan 75 kata per menit
2. Mencatat hal-hal penting dalam bacaan
3. mengajukan atau menjawab pertanyaan sesuai dengan isi teks
4. menyimpulkan isi bacaan

D. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat membaca dengan kecepatan 75 kata per menit
2. Siswa dapat mencatat hal-hal penting dalam bacaan
3. Siswa dapat mengajukan atau menjawab pertanyaan sesuai dengan isi teks
4. Siswa dapat menyimpulkan isi bacaan

E. Materi Pembelajaran
“Teks Bacaan”

F. Kegiatan Pembelajaran
1. Pra Kegiatan 2 menit Tanya jawab
• Salam
• Doa
• Presensi
2. Kegiatan Awal
a. Apersepsi
“Anak-anak, apakah kalian suka membaca ?”
“Bacaan apa saja yang pernah kalian baca ? “
“ Mengapa kalian suka membaca bacaan tersebut ?”
b. Informasi Materi
”Pada pembelajaran kali ini kita akan belajar Bahasa Indonesia tentang membaca teks”.
c. Informasi Tujuan
“Setelah mempelajari materi ini, diharapkan kalian dapat membaca cepat, menemukan hal-hal yang penting, menjawab pertanyaan sesuai dengan bacaan serta membuat kesimpulan”

3. Kegiatan Inti 60 menit
• Siswa dan guru bertanya jawab tentang membaca cepat Tanya Jawab
• Siswa membaca teks bacaan yang berjudul “Tinggal di Kompleks“
• Beberapa siswa ditunjuk untuk membaca teks bacaan dengan kecepatan 75 kata per menit dengan lafal dan intonasi yang benar Penugasan
• Siswa diminta untuk menemukan hal-hal penting yang ada dalam bacaan dan menjawab pertanyaan sesuai isi bacaan
• Siswa menyimpulkan isi bacaan
• Siswa dibagi menjadi 6 kelompok
• Siswa berdiskusi untuk mengerjakan tugas kelompok
• Perwakilan dari masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas dan kelompok yang lain menanggapi atau melengkapi
• Guru memberikan penguatan dan penilaian terhadap hasil kerja masing-masing kelompok Ceramah
• Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan materi yang belum dipahami
• Siswa memasukkan semua buku yang ada di atas meja kedalam tas Tanya Jawab
• Guru membagi soal evaluasi
• Siswa mengerjakan soal evaluasi
• Siswa mengumpulkan soal evaluasi yang sudah dikerjakan
• Siswa bersama guru membahas soal evaluasi

4. Kegiatan Akhir 10 menit
• Siswa menyampaikan kesan-kesan selama pembelajaran berlangsung dan memberikan saran sebagai upaya perbaikan proses pembelajaran selanjutnya Tanya Jawab
• Guru menyampaikan pesan moral kepada siswa Ceramah
• Doa dan salam penutup Tanya jawab

G. Media dan Sumber Belajar
1. Media
• Teks Bacaan

2. Sumber Belajar
• Kurikulum KTSP 2006 Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Semester I
• Aswan, dkk. 2004. Bina Bahasa dan Sastra Indonesia unuk Sekolah Dasar Kelas V. Jakarta : Erlangga
• Budi, Sanusi. 2004. Bina Bahasa dan Sastra Indonesia untuk Sekolah Dasar Kelas 5. Jakarta : Erlangga
• LKS Fokus Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Semester I

H. Penilaian
• Prosedur Penilaian :
- Penilaian proses ( Pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung )
- Penilaian hasil ( Tes tertulis pada akhir pembelajaran )
• Teknik Penilaian : Tes
• Jenis Tes : Tertulis dan perbuatan
• Bentuk Tes : Subyektif
• Alat Penilaian
- Tugas, LKS dan soal evaluasi
- Lembar pengamatan
- Kunci jawaban
• Kriteria Penilaian :
1. Penilaian proses didasarkan pada kegiatan siswa selama mengikuti KBM. Aspek yang dinilai adalah :
a. Keaktifan siswa selama KBM
b. Ketepatan dalam menjawab pertanyaan
c. Kerjasama dalam kelompok
2. Penilaian akhir didasarkan pada hasil kerja siswa dalam mengerjakan LKS dan soal evaluasi

I. Lampiran
1. Media
2. Rangkuman materi
3. LKS (Lembar Kerja Siswa)
4. Kunci Jawaban LKS
5. Lembar soal evaluasi
6. Kunci jawaban evaluasi
7. Format penilaian proses dan hasil
8. Rekap penilaian akhir

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Dunia Anak (Animasi dan Dunia Maya)

Kehidupan anak-anak tidak akan pernah dipisahkan dari bermain. Tanpa bermain sulit dikatakan bahwa mereka adalah anak-anak. Permainan dan hiburan adalah contoh sarana bagi anak untuk menjalani hari-hari mereka. Banyak cara yang bisa dilakukan oleh si anak untuk menghibur diri mereka dari menciptakan mainan sendiri sampai berimajinasi dengan berbagai permainan yang ada di depan mereka.
Imajinasi anak memang mengundang banyak tanda tanya bagi orang dewasa yang berada di sekitarnya. Salah satu contoh adalah ketika seorang anak kelas 2 SD bertanya kepada orang dewasa mengapa mobil tidak bisa terbang seperti pesawat yang bisa terbang tinggi di udara padahal sama-sama menggunakan mesin? Ini salah satu contoh pertanyaan yang membuat orang dewesa tersebut berpikir berulang kali untuk memberikan penjelasan yang masuk akal. Di satu sisi dia bertanya karena melihat alam dan sekelilingnya yang penuh dengan tanda tanya dan bersentuhan langsung dengan apa yang dia tanyakan.
Seiring dengan perkembangan teknologi, permainan dan hiburan yang anak peroleh tidak lagi bersentuhan langsung dengan objek. Hal ini bisa dilihat dari hiburan yang diperoleh anak adalah dari media televisi yang membius anak sampai beberapa jam berada di depan televisi. Kasus lain adalah anak sering menghabiskan waktu bermainnya di depan komputer sambil memainkan game.
Animasi
Media televisi adalah media yang sangat digemari oleh semua kalangan. Televisi saat ini telah menjadi salah satu kebutuhan pokok manusia. Televisi memberikan banyak dampak bagi kehidupan manusia baik dari segi informasi sampai hiburan. Orang dewasa, remaja, bahkan sampai anak-anak terkena dampak dari hidangan yang diberikan televisi.
Anak-anak merupakan salah satu objek televisi untuk mendapatkan rating yang bagus. Hidangan yang diberikan adalah film yang sesuai dengan kebutuhan si anak akan hiburan yaitu film animasi. Banyak film animasi yang menghiasi media saat ini. Anak-anak jika ditanya tentang film animasi kesukaan mereka akan menjelaskan secara mendetail tentang jagoan mereka dan kronologis tentang kejadian dalam film tanpa menghilangkan sedikitpun bagian dari cerita.
Orang tua saat ini banyak yang memberikan kebebasan kepada si anak untuk menonton televisi tanpa pendampingan. Apabila ada yang janggal dari si anak tentang apa yang dilihat pada film pasti dia akan bertanya. Kondisi ini membuat si anak menyimpan pertanyaan dan memedamnya sehingga rasa ingin tahunya tidak dipuaskan. Bersyukur jika si anak adalah anak yang memiliki rasa ingin tahu yang besar sehingga akan bertanya kepada orang luar yang seharusnya bisa dia tanyakan di dalam keluarga.
Film-film animasi juga membuat si anak terhipnotis agar menonton setiap episode yang membuat si anak memilih antara belajar dan menikmati tontonan. Sering pilihan yang dibuat si anak adalah meninggalkan belajar dan memilih untuk menonton televisi. Kondisi ini sangat menggangu untuk pertumbuhan si anak di dalam menentukan pilihan yang baik dan pilihan yang buruk untuk dirinya dan masa depannya.
Dunia Maya
Internet (dunia maya) juga merupakan media yang telah menjadi menu utama bermain bagi anak. Internet menyediakan banyak hal untuk anak-anak terutama media sosial seperti fecebook dan twitter. Selain sebagai media sosial anak-anak sering menggunakan internet sebagai media hiburan seperti bermain game online.
Banyak orang tua mengeluhkan sikap si anak yang sering pulang telat dengan alasan yang beragam padahal tindakan yang dilakukan adalah bermain game di warung internet. Banyak cara yang dilakukan orang tua untuk membatasi kecanduan anak akan gema online seperti memberi les tambahan sepulang sekolah, les mengaji, dan mengikuti kegiatan ekstra kurikuler di sekolah. Tetapi hal yang dilakukan orang tua jarang berhasil menjauhkan anak-anak dari game online. Untuk membayar biaya bermain, anak biasanya menyisihkan uang jajan yang mereka peroleh dari orang tua.
Jika kejadian seperti ini terus berlanjut maka akan menimbulkan gejolak bagi masa depan bangsa. Kita bisa melihat bagaimana masa depan bangsa ke depan jika anak-anak lebih banyak menghabiskan wektunya di depan layar televisi atau computer.
Bukankah anak-anak seharusnya anak diajarkan untuk mengenal alam dengan cara bersentuhan langsung dengan alam sehingga menimbulkan tanda tanya bagi si anak. Dengan demikian si anak akan termotivasi untuk belajar mengenal lebih dalam tentang alam. Anak-anak adalah masa depan bangsa. Kita juga harus tahu bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang mencintai dan memberi perhatian khusus bagi anak-anak.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS